logo-raywhite-offcanvas

20 Feb 2026 NEWS 3 min read

Take Over KPR: Solusi Meringankan Cicilan Saat Bunga Sudah Floating

Apa Itu Take Over KPR? Take over KPR adalah proses pengalihan atau pemindahan kredit rumah dari satu debitur ke debitur lain, atau dari satu bank ...

Take Over KPR: Solusi Meringankan Cicilan Saat Bunga Sudah Floating

Apa Itu Take Over KPR?

Take over KPR adalah proses pengalihan atau pemindahan kredit rumah dari satu debitur ke debitur lain, atau dari satu bank ke bank lain, secara resmi melalui bank dan notaris.

Dalam praktiknya, take over sering dilakukan untuk:

  • Mendapatkan suku bunga yang lebih rendah
  • Mengubah tenor agar cicilan lebih ringan
  • Menyesuaikan skema kredit dengan kondisi keuangan terbaru

Terutama saat masa fixed rate sudah selesai dan cicilan masuk ke fase floating.


Kenapa Take Over Penting Saat Cicilan Sudah Floating?

Banyak nasabah mengalami hal yang sama:

Awalnya cicilan ringan saat masa fixed. Setelah masuk fase floating, cicilan melonjak.

Bunga mengikuti kondisi pasar. Ketika suku bunga naik, cicilan ikut terdongkrak. Ini yang sering membuat cashflow terganggu.

Melalui take over, Anda bisa:

1. Mendapatkan Bunga Lebih Kompetitif

Dengan memindahkan kredit ke bank lain atau restrukturisasi, Anda berpeluang mendapatkan skema bunga yang lebih stabil atau promo fixed baru.

Bank seperti Bank BTN, Bank Mandiri, atau Bank BCA sering memiliki program take over dengan penawaran khusus untuk menarik nasabah baru.

2. Menurunkan Nominal Cicilan Bulanan

Dengan penyesuaian tenor atau skema bunga, cicilan bisa ditekan agar lebih ringan dan sesuai kemampuan saat ini.

Ini bukan soal lari dari kewajiban, tapi mengatur ulang strategi pembayaran agar tetap sehat secara finansial.

3. Mengatur Ulang Strategi Keuangan

Take over juga bisa dikombinasikan dengan:

  • Perpanjangan tenor
  • Penyesuaian plafon
  • Refinancing untuk kebutuhan produktif

Intinya: cicilan kembali terkendali, bukan membebani.


Kenapa Harus Melalui Kami?

Masalah floating bukan masalah kecil. Salah strategi bisa membuat biaya justru membengkak.

Di sinilah kami hadir.

1. Banyak Rekanan Bank = Lebih Banyak Opsi

Kami memiliki jaringan kerja sama dengan berbagai bank nasional dan swasta. Artinya:

  • Bisa membandingkan bunga terbaik
  • Alternatif jika satu bank tidak approve
  • Skema disesuaikan dengan profil nasabah
  • Negosiasi lebih fleksibel

Anda tidak perlu survei satu per satu. Kami yang analisa dan carikan opsi paling menguntungkan.

2. Analisa Detail, Bukan Sekadar Pindah Kredit

Kami membantu menghitung:

  • Selisih cicilan sebelum dan sesudah take over
  • Biaya provisi dan administrasi
  • Break even point
  • Total saving jangka panjang

Keputusan diambil berdasarkan angka, bukan asumsi.

3. Pendampingan Sampai Akad

Dari pengecekan BI checking, kelengkapan dokumen, hingga proses notaris — kami dampingi sampai selesai.

Tujuannya sederhana: proses aman, legal, dan minim risiko.

4. Fokus pada Kebutuhan Nasabah

Setiap kondisi berbeda. Ada yang ingin:

  • Cicilan lebih ringan
  • Tenor diperpanjang
  • Arus kas lebih longgar
  • Atau sekadar stabilitas bunga

Kami tidak menawarkan satu skema untuk semua. Kami sesuaikan dengan kebutuhan Anda.


Kesimpulan

Jika cicilan Anda saat ini terasa berat karena sudah masuk fase floating, jangan diam dan berharap kondisi membaik sendiri.

Take over KPR bisa menjadi langkah strategis untuk:

  • Menekan cicilan
  • Menstabilkan keuangan
  • Mengamankan aset properti Anda

Keputusan finansial yang baik bukan yang paling cepat, tapi yang paling terukur.

Jika Anda ingin tahu seberapa besar potensi penghematan cicilan Anda saat ini, kami siap bantu lakukan simulasi tanpa komitmen.

Karena rumah harus memberi rasa aman — bukan tekanan setiap bulan.